Tanpa Penyelia Halal, Bisnis Bisa Gagal Dapat Sertifikat Halal!

Kesadaran masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tidak hanya makanan dan minuman, produk kosmetik, obat-obatan, hingga barang konsumsi lain juga kini dituntut untuk memiliki sertifikat halal.

Dalam proses sertifikasi halal, ada satu peran penting yang sering kurang dikenal masyarakat, yaitu penyelia halal. Meski jarang disebutkan, keberadaan penyelia halal menjadi penentu utama apakah sebuah usaha dapat konsisten menjaga kehalalan produknya. Artikel ini akan membahas tuntas tentang apa itu penyelia halal, tugasnya, kualifikasinya, serta manfaatnya bagi pelaku usaha.

 

Apa Itu Penyelia Halal?

Penyelia halal adalah orang yang ditunjuk oleh perusahaan atau pelaku usaha untuk memastikan seluruh proses produksi sesuai dengan standar halal.

Menurut regulasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), penyelia halal wajib dimiliki oleh setiap pelaku usaha yang ingin memperoleh dan mempertahankan Sertifikat Halal.

Secara sederhana, penyelia halal bisa disebut sebagai “pengawas internal halal” yang bertugas mengawasi bahan baku, proses produksi, hingga distribusi agar sesuai dengan prinsip syariat Islam.

Dasar Hukum Penyelia Halal

Keberadaan penyelia halal bukan sekadar formalitas, melainkan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal serta regulasi turunannya.

Beberapa poin penting:

  • Setiap pelaku usaha wajib memiliki penyelia halal jika ingin mengajukan sertifikasi halal.
  • Penyelia halal harus mengikuti pelatihan dan bersertifikat resmi dari BPJPH atau Lembaga Pelatihan yang diakui.
  • Tugas penyelia halal adalah menjadi penanggung jawab sistem jaminan halal (SJH) di perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab Penyelia Halal

Peran penyelia halal sangat krusial. Berikut adalah tugas utamanya:

  1. Mengawasi Bahan Baku
    Memastikan semua bahan yang digunakan memiliki status halal dan tidak tercampur dengan bahan haram atau najis.
  2. Memantau Proses Produksi
    Mulai dari penyimpanan, pengolahan, peralatan, hingga distribusi, semua harus bebas kontaminasi bahan haram.
  3. Menyusun Dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH)
    Penyelia halal wajib menyiapkan dokumen halal, termasuk daftar bahan, pemasok, hingga prosedur produksi.
  4. Menjadi Penghubung dengan Lembaga Sertifikasi Halal (LSH)
    Saat audit halal dilakukan, penyelia halal akan mendampingi auditor dan memberikan keterangan yang dibutuhkan.
  5. Mengawasi Konsistensi
    Tidak berhenti setelah sertifikat halal keluar, penyelia halal juga mengontrol agar perusahaan tetap konsisten menjaga kehalalan produknya.

Syarat Menjadi Penyelia Halal

Tidak semua orang bisa langsung menjadi penyelia halal. Ada beberapa kualifikasi yang harus dipenuhi, di antaranya:

  • Muslim dan memahami dasar-dasar hukum Islam terkait halal-haram.
  • Bekerja di perusahaan yang mengajukan sertifikasi halal.
  • Mengikuti pelatihan penyelia halal yang diselenggarakan oleh BPJPH atau lembaga pelatihan resmi.
  • Lulus ujian sertifikasi penyelia halal sehingga memiliki sertifikat kompetensi.

Dengan demikian, penyelia halal bukan sekadar jabatan, melainkan profesi yang membutuhkan keahlian khusus.

Mengapa Penyelia Halal Penting?

Banyak pelaku usaha kecil hingga besar sering menganggap penyelia halal hanya sebagai syarat administratif. Padahal, peran ini membawa banyak manfaat, di antaranya:

  1. Menjamin Kepercayaan Konsumen
    Produk halal lebih dipercaya, apalagi jika ada pihak yang secara khusus mengawasi proses produksinya.
  2. Mengurangi Risiko Pelanggaran
    Tanpa penyelia halal, perusahaan bisa lalai menggunakan bahan haram tanpa sadar.
  3. Membantu Proses Audit
    Auditor halal akan lebih mudah bekerja jika dokumen dan proses sudah dipantau oleh penyelia halal.
  4. Meningkatkan Daya Saing Usaha
    Produk bersertifikat halal dan diawasi penyelia halal lebih diterima di pasar lokal maupun internasional.

Tantangan Penyelia Halal

Menjadi penyelia halal tidak selalu mudah. Beberapa tantangan yang sering dihadapi antara lain:

  • Kurangnya pemahaman pelaku usaha tentang pentingnya peran penyelia halal.
  • Perubahan bahan baku dari pemasok yang bisa memengaruhi status halal.
  • Kurang disiplin dalam pencatatan sehingga menyulitkan saat audit halal.
  • Tanggung jawab besar dengan dukungan terbatas, terutama di UMKM yang masih sederhana.

Peluang Karier sebagai Penyelia Halal

Seiring meningkatnya kebutuhan produk halal, profesi penyelia halal juga semakin dicari. Bagi generasi muda, ini adalah peluang karier baru yang menjanjikan.

Beberapa keuntungan menjadi penyelia halal:

  • Profesi yang diakui secara hukum dan agama.
  • Bisa bekerja di berbagai industri, mulai dari makanan, farmasi, hingga kosmetik.
  • Menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang ingin ekspansi ke pasar global.
  • Memiliki peran strategis dalam menjaga integritas produk halal.

Cara Menjadi Penyelia Halal

Jika tertarik berkarier sebagai penyelia halal, berikut langkah-langkahnya:

  1. Mendaftar pelatihan penyelia halal di lembaga resmi.
  2. Mengikuti pembelajaran tentang sistem jaminan halal, fiqih halal-haram, hingga prosedur sertifikasi.
  3. Mengikuti ujian sertifikasi kompetensi.
  4. Mendapatkan sertifikat resmi dari BPJPH atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
  5. Bekerja di perusahaan dan ditunjuk sebagai penanggung jawab halal.

Peran Penyelia Halal bagi UMKM

Tidak hanya perusahaan besar, UMKM juga wajib memiliki penyelia halal jika ingin produknya bersertifikat halal.

Keuntungan bagi UMKM yang memiliki penyelia halal:

  • Proses sertifikasi lebih mudah.
  • Bisa menjangkau konsumen muslim lebih luas.
  • Meningkatkan citra dan branding usaha.
  • Produk lebih kompetitif di marketplace dan ekspor.

Kesimpulan

Penyelia halal adalah pilar penting dalam industri halal. Tanpa penyelia halal, sulit bagi perusahaan atau UMKM untuk memastikan produknya benar-benar halal dan konsisten menjaga kehalalan tersebut.

Di era modern, keberadaan penyelia halal bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga strategi bisnis. Dengan adanya penyelia halal, perusahaan mendapatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan daya saing, dan menjaga integritas produk di pasar global.

Bagi pelaku usaha, sudah saatnya memandang penyelia halal bukan sekadar syarat administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha.

Jika Anda pelaku usaha makanan, minuman, atau produk lainnya dan ingin mengurus sertifikat halal dengan pendampingan penyelia halal profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi. Kami siap membantu mulai dari persiapan dokumen, pelatihan penyelia halal, hingga pengurusan sertifikat halal secara cepat dan terpercaya.

>> Lembaga terkait tentang Penyelia Halal
BPJPH Kemenag

Artikel Terbaru

image

Sertifikasi Halal Cepat Jakarta

Sertifikasi Halal Cepat Jakarta Proses…
image

Biaya Sertifikat Halal Jakarta

Biaya Sertifikat Halal Jakarta Sertifikat…
image

Pendamping Sertifikasi Halal Jakarta

Pendamping Sertifikasi Halal Jakarta Solusi…

Admin Sertifikat Halal

Melayani Konsultasi dan Pendaftaran Sertifikat Halal